WeBring K-Hiking
Masuk
Maisan mountain in Korea
← Semua gunung

Maisan(마이산 / 馬耳山)

687 m★★★☆☆
WhatsAppFacebookX

Alasan berkunjung

Pagoda-pagoda di Tapsa adalah alasan utama orang menempuh perjalanan ini. Lee Gap-young membangunnya seorang diri selama beberapa dekade mulai tahun 1880-an — menumpuk batu konglomerat dengan menyeimbangkan berat melawan berat, tanpa bahan perekat sama sekali. Yang tertinggi hampir 9 meter. Para insinyur yang telah mempelajarinya masih berdebat soal bagaimana semuanya bisa tetap berdiri. Berjalan di antara gugusan ini pada pagi musim dingin dengan salju tipis turun benar-benar salah satu hal yang paling aneh dan paling berkesan yang bisa Anda lakukan di gunung Korea.

Geologinya tidak seperti apa pun di negeri ini. Sebagian besar puncak Korea adalah granit; Maisan adalah konglomerat sedimen dari zaman Kapur — material dasar danau purba yang termampatkan, terdorong naik, lalu terkikis menjadi dua menara ini. Permukaan batunya tertutup lubang-lubang pelapukan mirip sarang lebah yang disebut tafoni, yang memberi tebingnya tekstur yang nyaris terlihat seperti pahatan. Layak melambat untuk mengamatinya dari dekat.

Gunung ini hanya sepelemparan batu dari Jeonju. Dari stasiun KTX Jeonju, Anda bisa mencapai pintu masuk selatan dalam sekitar satu jam, menempuh sirkuit melewati Tapsa lalu naik ke pelana dalam tiga sampai empat jam, dan kembali ke Jeonju untuk makan malam. Pada awal April, jalan akses ke Tapsa berjajar bunga sakura. Pada musim dingin, pagoda yang berselimut salju terlihat seperti sesuatu dari cerita rakyat. Keduanya layak dijadikan rencana.

Cara ke sana

Jadikan Jeonju sebagai basis Anda. KTX dari Seoul Yongsan memakan sekitar 1 jam 50 menit, sekitar ₩27.000–33.000 satu arah. Dari Terminal Bus Jeonju (전주시외버스터미널), naik bus antarkota ke Jin-an (진안) — kira-kira setiap 30–60 menit, sekitar 50–60 menit, sekitar ₩4.000. Dari Jin-an, ada bus lokal ke pintu masuk selatan Maisan (마이산 남부) beberapa kali sehari, tetapi jadwalnya jarang dan sulit ditemukan dalam bahasa Inggris. Taksi dari Terminal Bus Jin-an ke pintu masuk selatan seharga sekitar ₩5.000–8.000 dan merupakan pilihan yang lebih mudah. Konfirmasi waktu bus atau taksi terakhir kembali ke Jin-an sebelum naik — layanan berhenti menjelang petang.

Sekilas

Ketinggian: 687 m (Ammaibong, puncak tertinggi); Sumaibong 681 m Tingkat kesulitan: 3 / 5 — tangga curam ke pelana; puncak Ammaibong ditutup 1 Nov–30 Apr Durasi umum: 3–4 jam pulang pergi, pintu masuk selatan ke sirkuit pelana Tapsa Musim terbaik: Awal April (bunga sakura); Oktober–November (dedaunan musim gugur); Desember–Februari (salju di pagoda) Status taman: Taman Provinsi Maisan (마이산도립공원) — bukan taman nasional Biaya masuk: ₩3.000 dewasa (konfirmasi di gerbang)

Keselamatan

Penutupan puncak Ammaibong: Puncak yang lebih tinggi (687 m) ditutup setiap tahun dari 1 November hingga 30 April untuk mencegah erosi. Aturan ini ditegakkan di lokasi. Sumaibong (681 m) punya jalur pendakian sendiri dan tetap buka sepanjang tahun.

Tangga ke pelana curam dan terbuka. Konglomerat yang basah jauh lebih licin daripada penampakannya saat kering. Hindari bagian atas saat hujan atau segera setelahnya.

Jangan menyentuh atau menyandar pada pagoda Tapsa. Beberapa miring pada sudut yang terlihat dan tidak ada yang diperkuat secara struktural. Situs ini adalah tempat ibadah aktif — perlakukan dengan semestinya.

Sinyal seluler umumnya baik di ketinggian rendah dan sekitar Tapsa, tetapi bisa hilang di jalur pelana atas. Unduh peta luring sebelum tiba.

Darurat: 119 (penyelamatan gunung, tersedia relai bahasa Inggris). Kantor taman provinsi dekat pintu masuk selatan.

Peta

Makanan di jalur

Desa di pintu masuk selatan punya sekumpulan restoran di sepanjang jalan ke Tapsa — doenjang jjigae (된장찌개), pajeon (파전), makgeolli (막걸리), hidangan mi sederhana, sekitar ₩8.000–12.000 per orang. Sebagian besar buka sekitar pukul 08.00 dan tutup menjelang sore. Jangan andalkan makanan panas setelah pukul 17.00 pada hari kerja.

Setelah melewati desa di pintu masuk, tidak ada apa-apa di gunung. Bawa air dan camilan sendiri — perjalanan pulang perginya pendek, tetapi bagian tangga menguras energi.

Kota Jin-an, sekitar 10 menit dengan mobil, punya minimarket GS25 dan CU untuk kimbap segitiga, kopi kaleng, dan minuman energi. Pasar tradisional Jin-an (진안장) buka pada tanggal yang berakhiran 2 dan 7.

Tips perlengkapan

Sepatu trail bercengkeram — tangga konglomerat dan bagian-bagian batu menjadi licin saat basah; alas kaki bersol licin adalah ide buruk. Lapisan penahan angin untuk pelana — takik di antara puncak menyalurkan angin; berguna bahkan dalam cuaca hangat. Tunai — biaya masuk ₩3.000 dan pedagang di titik awal sebagian besar hanya menerima tunai. Air dan camilan — tidak ada pedagang setelah desa di pintu masuk. Peta luring yang diunduh sebelum tiba — sinyal seluler hilang di pelana atas.

Musim terbaik

April: Jalan akses ke Tapsa adalah salah satu jalur jalan kaki bunga sakura terbaik di Jeonbuk, biasanya memuncak pada awal hingga pertengahan April. Gunung yang muncul dari sisa kabut musim semi saat Anda berjalan masuk benar-benar dramatis.

Mei–September: Dedaunan lembah melembutkan siluetnya pada musim panas. Gunung terbuka sepanjang waktu, tetapi badai petir sore lazim pada Juli dan Agustus.

Oktober–November: Warna maple dan ek memuncak sekitar akhir Oktober. Tebing konglomerat abu-abu berpadu dengan merah dan oranye musim gugur terlihat bagus secara visual. Lebih sepi daripada musim sakura di musim semi.

Desember–Februari: Ammaibong ditutup, tetapi berjalan kaki ke Tapsa menembus salju sudah sepadan dengan perjalanannya. Pagoda yang berdebu salju adalah foto yang paling banyak direproduksi dari gunung ini. Pelananya terbuka dan dingin — berpakaianlah sesuai kondisi itu.

Budaya & sejarah

Maisan (馬耳山) disebut dengan nama yang berbeda-beda tergantung musim dan siapa yang memandangnya. Pada musim semi ketika puncak-puncaknya menembus kabut pagi, penduduk setempat menyebutnya Doktaebong (돛대봉, Puncak Layar). Pada musim dingin ketika salju menutupinya seperti kuas tinta, Munpilbong (문필봉, Puncak Kuas Tulis). Nama Telinga Kuda-lah yang akhirnya melekat.

Sang pertapa yang membangun Tapsa, Lee Gap-young (이갑용), tiba pada 1880-an dan menghabiskan sisa hidupnya menumpuk batu. Pagoda-pagoda itu adalah bentuk doanya. Apakah metode penumpukan itu memanfaatkan suatu sifat dari permukaan batu konglomerat yang tidak beraturan, atau sekadar kesabaran dan ketelitian yang luar biasa, masih benar-benar diperdebatkan. Ia menumpuknya seorang diri, tanpa penonton, dan tak pernah menjelaskan metodenya secara tertulis.

Sebelum Buddhisme tiba di sini, Maisan dihormati dalam tradisi perdukunan, dan catatan Dinasti Joseon menunjukkan ia dipakai sebagai tempat ritual negara. Gunung ini muncul dalam beberapa daftar geografi era Joseon sebagai situs yang membutuhkan pengakuan resmi. Perpaduan itu — geologi yang tak biasa, devosi Buddha, tradisi perdukunan — menjadikannya salah satu gunung kecil yang paling berlapis secara budaya di Korea.

Pertanyaan umum

Berapa tinggi Maisan?

Maisan memiliki ketinggian 687 m di atas permukaan laut.

Seberapa sulit mendaki Maisan?

Tingkat kesulitan Maisan adalah 3/5 (Sedang). Tiap jalur berbeda tingkat kesulitannya, jadi periksa info jalur sebelum berangkat.

Kapan musim terbaik untuk mendaki Maisan?

Waktu terbaik untuk mendaki Maisan adalah Musim semi.

Masih ada pertanyaan? Tanya komunitas di Connect Korea