WeBring K-Hiking
Masuk
Odaesan mountain in Korea
← Semua gunung

Odaesan(오대산 / 五臺山)

1,565 m★★★★☆National park
WhatsAppFacebookX

Alasan berkunjung

Deretan pohon cemara di Woljeongsa adalah jalan masuk kuil yang paling sering difoto di antara semua kuil di taman nasional Korea. Sekitar 1 km pohon cemara Korea raksasa (전나무) berbaris di sepanjang jalan batu menuju gerbang kuil — kanopinya cukup lebat sehingga cahaya menerobos masuk dalam berkas-berkas pada pagi yang cerah, dan saat salju turun efeknya luar biasa. Kuil itu sendiri, yang didirikan pada tahun 643 M oleh biksu Jajang, menyimpan pagoda batu segi delapan sembilan tingkat yang masih utuh (국보 제48호) di halamannya.

Odaesan adalah satu-satunya gunung di Korea yang ditata di sekitar lima puncak meditasi Buddha menurut arah mata angin — Dongdae (동대), Seodae (서대), Namdae (남대), Bukdae (북대), dan Jungdae (중대) — masing-masing dengan pertapaannya sendiri. Penataan ini berasal dari masa Silla dan mewakili geografi religius yang masih hidup. Sebagian besar pendaki hanya mengunjungi satu atau dua, tetapi konsep ini memberi keterpaduan pada seluruh gunung yang tidak dimiliki puncak yang sekadar indah.

Woljeongsa menjalankan salah satu program templestay yang paling ramah bagi warga asing di Korea, dengan pemandu berbahasa Inggris dan program menginap yang mencakup meditasi, pembacaan kitab, dan partisipasi dalam ritual pagi. Bagi siapa pun yang menginginkan pengenalan yang sesungguhnya terhadap praktik Buddha Korea, bukan sekadar pengarahan untuk turis, inilah pilihan praktisnya.

Cara ke sana

Dari Terminal Bus Dong-Seoul (동서울터미널, Stasiun Gangbyeon, Jalur 2), naik bus antarkota ke Jinbu (진부) — sekitar 2 jam, bus kira-kira tiap jam, tarif sekitar ₩14,000–16,000. Dari terminal Jinbu, bus lokal 306 menuju Woljeongsa (월정사) sekitar 25 menit.

Atau, naik kereta KTX atau ITX-Cheongchun ke Stasiun Jinbu (진부역, dibuka 2017 untuk Olimpiade Pyeongchang) lalu naik bus atau taksi ke kuil. Kereta lebih cepat dari Seoul, tetapi jadwalnya lebih terbatas.

Dari Woljeongsa ke Sangwonsa (상원사), lebih jauh ke atas lembah, ada bus antar-jemput atau jalan hutan sepanjang 9 km yang menyenangkan — sebagian besar pendaki naik bus ke atas lalu berjalan turun.

Taksi dari Jinbu ke Woljeongsa berkisar sekitar ₩15,000–18,000 dan memakan waktu sekitar 20 menit.

Sekilas

Ketinggian: 1,563 m (puncak Birobong) Kesulitan: 4 / 5 — traverse punggung bukit yang panjang; jalan hutan Woljeongsa mudah (1 / 5) Durasi umum: 5–7 jam pergi-pulang dari Sangwonsa ke Birobong; jalan Woljeongsa 30 menit sekali jalan Musim terbaik: Mei–Juni (hijau segar), Oktober (dedaunan), Januari–Februari (salju + ski Nordik) Taman nasional: Taman Nasional Odaesan (오대산국립공원) Biaya masuk: ₩3,500 dewasa (konfirmasi di gerbang) Transportasi terdekat: Bus dari terminal Jinbu; KTX ke Stasiun Jinbu

Keselamatan

Penutupan jalur: Penutupan untuk pencegahan kebakaran di taman nasional biasanya berlaku 1–15 Mei dan 1 November–15 Desember pada jalur puncak. Periksa situs web KNPS (knps.or.kr) atau hubungi 1330 (24 jam, tersedia bahasa Inggris) sehari sebelumnya.

Beruang: Beruang hitam Asia (반달가슴곰) hidup di taman ini. Buatlah suara di sepanjang jalur, simpan makanan dalam wadah tertutup rapat, dan jangan dekati satwa liar. Insiden jarang terjadi.

Sinyal seluler: Bagus di dekat Woljeongsa dan Sangwonsa. Ada area tanpa sinyal di antara kelima pertapaan dataran tinggi dan di jalur menuju punggung bukit atas. Unduh peta offline sebelum meninggalkan lembah.

Cuaca: Odaesan jauh lebih dingin dan bersalju dibandingkan gunung-gunung Seoul. Taman ini bisa menerima 2–3 m salju pada musim dingin. Periksa prakiraan cuaca dan bersiaplah menghadapi perubahan cuaca yang cepat di bagian atas punggung bukit.

Darurat: 119. Catat nomor penanda jalur di sepanjang rute — berguna saat melaporkan posisi Anda.

Peta

Makanan di jalur

Area kuil Woljeongsa: Beberapa restoran dekat pintu masuk kuil menyajikan makanan Korea bergaya pegunungan — dotorimuk (도토리묵, agar-agar biji ek), sanchae bibimbap (산채비빔밥, bibimbap sayuran gunung), dan hidangan jamur dari bahan-bahan hutan setempat. Ini setingkat di atas restoran titik awal pada umumnya dan layak disinggahi sambil duduk.

Kota Jinbu: Pilihan yang lebih umum — gukbap (국밥), BBQ Korea, dan toko swalayan. Jika Anda mengejar bus pagi, sarap di sini sebelum masuk taman.

Di gunung: Tidak ada kios makanan di atas area komersial Woljeongsa. Area istirahat Sangwonsa memiliki kios camilan kecil pada musim ramai, tetapi jangan mengandalkannya. Bawa bekal makan siang sendiri untuk setiap upaya mencapai puncak.

Tips perlengkapan

Pakaian berlapis hangat bahkan di musim panas — puncak Birobong terasa jauh lebih sejuk dibandingkan lembah; bawa fleece atau jaket bulu angsa ringan. Perlengkapan hujan — hutan memerangkap kelembapan; hujan sore hari sering terjadi Mei–September. Gaiter di musim dingin — salju tebal di jalur atas; gaiter menjaga sepatu tetap kering. Crampon Oktober–April — bagian atas punggung bukit tetap berlapis es hingga jauh ke musim semi. Makan siang — tidak ada makanan di atas area kuil. Peta offline — unduh rute Naver atau KakaoMap sebelum meninggalkan Jinbu; ada area tanpa sinyal di bagian atas punggung bukit.

Musim terbaik

Mei–Juni: Hijau baru pada hutan tua, air terjun mengalir deras, sejuk dan jernih. Deretan cemara di Woljeongsa berada dalam kondisi paling segar. Lebih sepi dibandingkan musim gugur.

Juli–Agustus: Rimbun dan lembap; kanopi hutan menjaga suasana lebih sejuk dibandingkan gunung terbuka. Cocok untuk jalan-jalan menyusuri lembah; puncaknya menyenangkan pada pagi hari.

Oktober: Puncak dedaunan, biasanya pada minggu kedua hingga ketiga. Jalan masuk Woljeongsa pada bulan Oktober adalah saat gunung ini paling fotogenik. Akhir pekan ramai; kunjungan pertengahan minggu jauh lebih tenang.

Januari–Februari: Salju lebat mengubah hutan cemara menjadi salah satu pemandangan musim dingin paling memukau di Korea. Ski lintas alam tersedia di area ski Odaesan. Datanglah dengan persiapan untuk dingin yang sesungguhnya — suhu bisa turun hingga -15 °C atau lebih rendah di bagian atas punggung bukit.

Budaya & sejarah

Nama Odaesan (五臺山, "Gunung Lima Dataran Tinggi") menyimpan sandi geografi religius gunung ini. Biksu Jajang (자장율사), yang kembali dari Tiongkok masa Dinasti Tang pada tahun 643 M, membawa relik Buddha dan mendirikan Woljeongsa, dengan keyakinan bahwa Odaesan adalah perwujudan Korea dari Gunung Wutai (五臺山) — gunung suci Tiongkok yang diasosiasikan dengan Manjushri, bodhisattva kebijaksanaan. Kelima dataran tinggi menurut arah mata angin masing-masing diberi satu bodhisattva arah dan satu praktik tertentu, menciptakan peta kosmologis Buddha yang lengkap dalam wujud gunung.

Sangwonsa (상원사), lebih tinggi di lembah, diyakini menyimpan lonceng kuil tertua yang masih ada di Korea (국보 제36호, dicor tahun 725 M), serta sebuah bangunan kayu yang sebagian besar selamat utuh dari Perang Korea. Kuil ini aktif dan jauh lebih tenang dibandingkan Woljeongsa.

Pada masa Dinasti Joseon, Odaesan menjadi tempat penyimpanan Babad Dinasti Joseon (조선왕조실록) — salinan lengkap kronik kerajaan Korea disimpan di gedung arsip tahan api di gunung ini untuk melindunginya dari peperangan dan kebakaran. Salinan yang disimpan di sini selamat ketika arsip lain tidak. Tradisi menggunakan gunung ini sebagai tempat pelestarian — relik, naskah, dan praktik keagamaan — konsisten sepanjang 1,400 tahun sejarahnya.

Pertanyaan umum

Berapa tinggi Odaesan?

Odaesan memiliki ketinggian 1565 m di atas permukaan laut.

Seberapa sulit mendaki Odaesan?

Tingkat kesulitan Odaesan adalah 4/5 (Sulit). Tiap jalur berbeda tingkat kesulitannya, jadi periksa info jalur sebelum berangkat.

Apakah perlu reservasi untuk mendaki Odaesan?

Jalur utama Odaesan tidak memerlukan reservasi. Cukup periksa kondisi jalur sebelum berangkat.

Kapan musim terbaik untuk mendaki Odaesan?

Waktu terbaik untuk mendaki Odaesan adalah Musim gugur.

Masih ada pertanyaan? Tanya komunitas di Connect Korea